Minggu, 10 November 2019

(PUISI) SANG JOKI CILIK KERAPAN SAPI


(PUISI) SANG JOKI CILIK KERAPAN SAPI

Puisi Karangan        : Akh. Ramadhani
Kategori                   : Puisi Kritikan, Puisi Budaya, Puisi Kehidupan Masyarakat
Alamat                     : Manding, Sumenep – Jawa Timur
ID IG                        : @dhani_rama73
Email                        : ahmaddanirama@gmail.com

Hidup kelam di bumi kepulauan
Kebutuhan sandang sangat sulit didapatkan
Disaat pendidikan tak lagi di prioritaskan
Alternatif terbaik kerja jadi perantauan
Sorak – menyorak semakin menyamsam
Sebagai tanda kerapan akan dimulai
Matahari menerjang lubuk hati mendalam
Sapi dicambuk agar tak lemas lunglai
Jiwa berevolusi bersama semangatku
Tak kupikirkan jatuh bersamanya
Teriakan ngelantur menjadi pendorongku
Hingga menggapai visi bersama




AKH. RAMADHANI (15 Oktober 2019)


PUISI LINGKUNGAN (ESOK HARI NANTI)

PUISI LINGKUNGAN (ESOK HARI NANTI)

Puisi Karangan        : Akh. Ramadhani
Kategori                   : Puisi Lingkungan
Alamat                     : Manding, Sumenep – Jawa Timur
ID IG                        : @dhani_rama73
Email                        : ahmaddanirama@gmail.com

Lambaian dedaunan semakin berkurang,
Irama kendaraan semakin bergema,
Nasibku semakin meradang-radang,
Gak ada yang peduli walaupun mati merana.

Kapankah bisa membalas kelakuan mereka,
Untuk menggulung semua jasad-jasadnya,
Niatmu sungguh sangat serakah,
Gedung berlantai dibangun tak terhenya.

Allahu Akbar 3X, Izinkan ku membalasnya,
Niatku mulia atas negeri kian nestapa.


 17 SEPTEMBER 2019
(AKH. RAMADHANI, @dhani_rama73, ahmaddanirama@gmail.com)

(CERPEN) CAMPING DISAMBUT PRIA BERJONGKOK


(CERPEN) CAMPING DISAMBUT PRIA BERJONGKOK

Cerpen Karangan      : Akh. Ramadhani
Kategori                    : Cerpen Liburan, Cerpen Bahasa Daerah, Cerpen Lucu
Alamat                      : Manding, Sumenep – Jawa Timur
ID IG                        : @dhani_rama73
Email                        : ahmaddanirama@gmail.com

Pagi menjelang siang, aku bersama teman rumah berkemas untuk mempersiapkan camping ditepi pantai yang elok nan tenang. Pada saat itu hari yang cerah menyelimuti kabupaten sumenep tercinta, sehingga tak terasa kucuran keringat membasahi tubuh ini.

Oiya sebelum dilanjut, perkenalkan diriku terlebih dahulu. Namaku Akh. Ramadhani. Biasa di panggil Dhani. Aku bersama home friend’s berencana camping di ujung timur Kabupaten Sumenep. Sebut saja Pantai Leggung. Jika kita berbicara Leggung pasti masyarakat luas akan memikirkan akan sebuah kampung yang banyak akan pasir, karena masyarakat Leggung mayoritas penduduknya tidur dan beraktivitas beralaskan pasir.

Sekitar jam 9, diriku bersama teman bergegas berangkat ke Pantai Leggung. Di perjalanan kami dipandang beribu pasang mata ibarat komunitas motor yang melakukan pawai. Sesampainya disana motor kami titipkan dirumah warga setempat yang ternyata dihalaman rumahnya banyak butiran-butiran pasir yang menyambut akan kedatangan kami.

Adzan Dzuhur berkumandang, sebagai tanda aku harus mendirikan shalat, sekaligus tanda bahwa tenda sudah berhasil kami dirikan. Waktu berevolusi sangat cepat, kedatangan senja sebagai akhir peluit panjang dari permainan seru sepakbola kami.

Waktu sudah semakin larut malam dengan disertai kesunyian, adalah sebagai awal kami untuk menyibukkan diri masing-masing. Ada sepasang mata yang memandangi layar handphonenya untuk menyudahi sebuah kerinduan ke bebebnya, ada sepasang jari-jemari lihai yang menari dengan menghasilkan suara syahdunya, serta ada berbagai pasang mata yang terfokus akan hangatnya api unggun. Hal itu kami lakukan, sebelum kami beranjak tidur beralaskan tikar dan pasir.

Fajar menyingsing, dan suara bergema mesin perahu nelayan dimana-mana adalah alarm terindah yang belum pernah kami jumpai sebelumnya. Hari begitu sangat tenang, aku tatapi dari ujung timur pantai ternyata banyak gundukan pasir halus nan elok, lalu kupindahkan haluan pandanganku ke ujung barat, ternyata ada banyak pria berjongkok yang berjejer di sepanjang pantai. Pada saat itu juga, aku mencoba bertanya kepada temenku. Sedang apa dia? Apakah dia mencari hewan kecil lorjuk sebagai campuran rengginang? Temenku menggelengkan kepala dengan disertai tawa yang terbahak-bahak.

Lalu temenku menjawabnya, dia sedang membuang hajat. Yang kemudian jawaban sesingkat itu pun, langsung aku sambut dengan tawa terbahak-bahak juga. Ha...ha...ha... nemmo bhei.